Apakah ruang pelarian meningkatkan penghafalan pengetahuan medis?
Pendekatan pedagogis baru menarik minat dalam pelatihan calon dokter. Para peneliti mengeksplorasi dampak permainan escape game interdisipliner terhadap pembelajaran mahasiswa kedokteran. Ide tersebut adalah mengubah ruang kelas klasik menjadi ruang interaktif di mana peserta harus memecahkan teka-teki terkait psikiatri, kedokteran forensik, dan penyakit menular.
Enam puluh dua mahasiswa berpartisipasi dalam eksperimen ini. Beberapa mengikuti pengajaran tradisional, sementara yang lain berpartisipasi dalam permainan escape game yang dirancang untuk merangsang pemikiran dan kolaborasi. Hasilnya menunjukkan bahwa mahasiswa yang mengalami permainan ini lebih baik dalam mempertahankan pengetahuan mereka satu bulan setelah sesi. Skor rata-rata mereka tetap stabil, sementara skor kelompok tradisional menurun secara signifikan.
Para peserta juga menyoroti aspek menyenangkan dan memotivasi dari metode ini. Mereka menghargai kerja tim dan interaksi dengan profesional eksternal, seperti polisi, yang memperkaya pemahaman mereka tentang realitas multidisiplin. Pendekatan ini juga mendorong pengembangan keterampilan esensial, seperti komunikasi dan manajemen stres, yang sering diabaikan dalam kuliah ceramah.
Permainan escape game tampaknya menawarkan keuntungan tertentu untuk mengukuhkan pengetahuan dalam jangka panjang. Ini juga membuka jalan bagi metode pengajaran yang lebih dinamis, di mana pembelajaran menjadi petualangan kolektif daripada latihan soliter. Sebuah jalur yang menjanjikan untuk memikirkan kembali pelatihan medis.
Bibliographie
Source du rapport
DOI : https://doi.org/10.1007/s40670-026-02661-3
Titre : Game-Based Medical Education: Learning Effects of an Interdisciplinary and Interprofessional Escape Room
Revue : Medical Science Educator
Éditeur : Springer Science and Business Media LLC
Auteurs : Lisa Stange; Torben P. P. Hornung; Tom Johann Schuster; Barbara Mueller; Elham Khatamzas; Renata Kraemer; Ali Zafar; Franziska Baessler