{"id":39,"date":"2026-06-19T01:36:00","date_gmt":"2026-06-18T23:36:00","guid":{"rendered":"https:\/\/theeducationjournal.com\/id\/2026\/06\/19\/media-sosial-memengaruhi-persepsi-risiko-terkait-tembakau-pada-remaja\/"},"modified":"2026-06-19T01:36:46","modified_gmt":"2026-06-18T23:36:46","slug":"media-sosial-memengaruhi-persepsi-risiko-terkait-tembakau-pada-remaja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/theeducationjournal.com\/id\/2026\/06\/19\/media-sosial-memengaruhi-persepsi-risiko-terkait-tembakau-pada-remaja\/","title":{"rendered":"Media sosial memengaruhi persepsi risiko terkait tembakau pada remaja"},"content":{"rendered":"<p>&#8220;`html<\/p>\n<h1>Media sosial memengaruhi persepsi risiko terkait tembakau pada remaja<\/h1>\n<p>Remaja yang menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial cenderung meremehkan bahaya dari beberapa produk tembakau dibandingkan dengan rokok tradisional. Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa penggunaan platform-platform ini secara sering dikaitkan dengan penurunan persepsi risiko terkait rokok elektronik dan syisa.<\/p>\n<p>Rokok elektronik, yang sering dipromosikan sebagai alternatif yang kurang berbahaya, menjadi perhatian utama. Remaja yang mengakses media sosial setiap hari lebih cenderung menganggapnya kurang berbahaya dibandingkan rokok konvensional. Kecenderungan ini juga terlihat pada syisa, meskipun dalam tingkat yang lebih rendah. Di sisi lain, tidak ditemukan korelasi yang signifikan untuk cerutu atau tembakau kunyah.<\/p>\n<p>Media sosial memainkan peran kunci dalam perkembangan ini. Merek tembakau menerapkan strategi pemasaran yang ditargetkan di sana, menonjolkan rasa yang menarik, desain modern, atau citra sosial yang positif. Pesan-pesan ini, yang seringkali tidak disertai peringatan kesehatan, dapat menormalisasi penggunaan produk-produk ini dan meminimalkan bahayanya di mata kaum muda. Influencer dan konten yang dibuat oleh pengguna, seperti meme, semakin memperkuat persepsi ini dengan mengaitkan tembakau dengan pengalaman positif atau tanpa risiko.<\/p>\n<p>Remaja, yang sedang membentuk penilaian mereka, sangat rentan terhadap pengaruh ini. Paparan berulang terhadap konten pro-tembakau dapat merusak penilaian mereka terhadap risiko dan mendorong mereka untuk mencoba produk-produk ini. Rokok elektronik, meskipun kurang beracun daripada rokok, mengandung nikotin, zat adiktif yang dapat merusak perkembangan otak pada remaja.<\/p>\n<p>Studi ini menekankan pentingnya memperkuat pesan-pesan pencegahan di platform digital. Pemerintah dan pelaku kesehatan dapat bekerja sama dengan media sosial untuk membatasi paparan anak di bawah umur terhadap iklan tembakau dan mempromosikan informasi yang jelas tentang bahayanya. Kampanye kesadaran yang disesuaikan dengan saluran-saluran ini dapat membantu meluruskan kesalahpahaman dan mengurangi inisiasi dini terhadap produk-produk tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;`<\/p>\n<hr>\n<h2>Bibliographie<\/h2>\n<h3>Source du rapport<\/h3>\n<p><strong>DOI\u00a0:<\/strong> <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s41347-026-00661-z\" target=\"_blank\">https:\/\/doi.org\/10.1007\/s41347-026-00661-z<\/a><\/p>\n<p><strong>Titre\u00a0:<\/strong> Shaping Perceptions Online: The Frequency of Social Media Use and Comparative Harm Perceptions of Tobacco Products among U.S. Adolescents<\/p>\n<p><strong>Revue : <\/strong> Journal of Technology in Behavioral Science<\/p>\n<p><strong>\u00c9diteur : <\/strong> Springer Science and Business Media LLC<\/p>\n<p><strong>Auteurs : <\/strong> Xiao Li; Michael G. Vaughn; Hong Xian; Zhengmin Qian<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;`html Media sosial memengaruhi persepsi risiko terkait tembakau pada remaja Remaja yang menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial cenderung meremehkan bahaya dari beberapa produk tembakau dibandingkan dengan rokok tradisional. Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa penggunaan platform-platform ini secara sering dikaitkan dengan penurunan persepsi risiko terkait rokok elektronik dan syisa. Rokok elektronik, yang sering dipromosikan&hellip; <a class=\"more-link\" href=\"https:\/\/theeducationjournal.com\/id\/2026\/06\/19\/media-sosial-memengaruhi-persepsi-risiko-terkait-tembakau-pada-remaja\/\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Media sosial memengaruhi persepsi risiko terkait tembakau pada remaja<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[11,2],"tags":[],"class_list":["post-39","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-budaya","category-kesehatan","entry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/theeducationjournal.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/theeducationjournal.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/theeducationjournal.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/theeducationjournal.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/theeducationjournal.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=39"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/theeducationjournal.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":40,"href":"https:\/\/theeducationjournal.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/39\/revisions\/40"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/theeducationjournal.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=39"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/theeducationjournal.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=39"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/theeducationjournal.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=39"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}