{"id":35,"date":"2026-06-15T23:55:43","date_gmt":"2026-06-15T21:55:43","guid":{"rendered":"https:\/\/theeducationjournal.com\/id\/2026\/06\/15\/peran-ayah-dan-pengalaman-hidup-awal-terhadap-kadar-oksitosin-pada-anak\/"},"modified":"2026-06-15T23:56:36","modified_gmt":"2026-06-15T21:56:36","slug":"peran-ayah-dan-pengalaman-hidup-awal-terhadap-kadar-oksitosin-pada-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/theeducationjournal.com\/id\/2026\/06\/15\/peran-ayah-dan-pengalaman-hidup-awal-terhadap-kadar-oksitosin-pada-anak\/","title":{"rendered":"Peran Ayah dan Pengalaman Hidup Awal terhadap Kadar Oksitosin pada Anak"},"content":{"rendered":"<p>&#8220;`html<\/p>\n<h1>Peran Ayah dan Pengalaman Hidup Awal terhadap Kadar Oksitosin pada Anak<\/h1>\n<p>Oksitosin, yang sering disebut sebagai hormon ikatan, memainkan peran kunci dalam hubungan sosial, perilaku, dan regulasi fisiologis. Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa anak-anak yang ayahnya terlibat aktif dalam perawatan dan menghabiskan waktu untuk bermain dengan mereka memiliki kadar oksitosin yang lebih tinggi. Hasil ini menyoroti pentingnya kehadiran ayah dalam perkembangan emosional dan biologis anak.<\/p>\n<p>Para peneliti juga mengamati bahwa anak-anak yang lahir cukup bulan, yaitu setelah 38 minggu kehamilan, memiliki kadar oksitosin yang lebih tinggi dibandingkan mereka yang lahir prematur. Demikian pula, kelahiran secara normal cenderung mendukung kadar hormon yang lebih tinggi dibandingkan dengan operasi caesar. Anak-anak yang pernah dirawat di unit perawatan intensif neonatus juga menunjukkan kadar yang lebih rendah, yang menandakan bahwa stres dini yang terkait dengan kelahiran atau hari-hari pertama kehidupan memengaruhi regulasi hormon ini secara berkelanjutan.<\/p>\n<p>Berbeda dengan harapan, durasi menyusui, baik eksklusif maupun tidak, tampaknya tidak memiliki dampak yang signifikan terhadap kadar oksitosin pada anak. Hal ini mungkin disebabkan oleh fakta bahwa oksitosin dilepaskan secara sporadis selama menyusui, dengan puncak yang berdurasi singkat, tanpa efek kumulatif dalam jangka panjang.<\/p>\n<p>Usia ibu juga berperan: anak-anak dari ibu yang lebih tua menunjukkan kadar oksitosin yang sedikit lebih tinggi. Hal ini mungkin terkait dengan persiapan emosional yang lebih baik dan interaksi yang lebih harmonis, meskipun korelasi ini tetap moderat.<\/p>\n<p>Temuan-temuan ini menyoroti pentingnya interaksi orang tua-anak, terutama yang melibatkan ayah, serta kondisi kelahiran yang mendukung untuk perkembangan optimal. Temuan ini juga membuka jalan untuk lebih memahami bagaimana pengalaman hidup awal membentuk mekanisme biologis yang terkait dengan ikatan dan kesejahteraan.<\/p>\n<p>&#8220;`<\/p>\n<hr>\n<h2>Bibliographie<\/h2>\n<h3>Source du rapport<\/h3>\n<p><strong>DOI\u00a0:<\/strong> <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s44411-026-00597-z\" target=\"_blank\">https:\/\/doi.org\/10.1007\/s44411-026-00597-z<\/a><\/p>\n<p><strong>Titre\u00a0:<\/strong> Association Between Breastfeeding, Early Life Experiences, Parental Interaction and Basal Oxytocin Levels in School-Age Children<\/p>\n<p><strong>Revue : <\/strong> Bratislava Medical Journal<\/p>\n<p><strong>\u00c9diteur : <\/strong> Springer Science and Business Media LLC<\/p>\n<p><strong>Auteurs : <\/strong> Mukaddes K\u0131l\u0131\u00e7 Sa\u011flam<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&#8220;`html Peran Ayah dan Pengalaman Hidup Awal terhadap Kadar Oksitosin pada Anak Oksitosin, yang sering disebut sebagai hormon ikatan, memainkan peran kunci dalam hubungan sosial, perilaku, dan regulasi fisiologis. Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa anak-anak yang ayahnya terlibat aktif dalam perawatan dan menghabiskan waktu untuk bermain dengan mereka memiliki kadar oksitosin yang lebih tinggi. Hasil&hellip; <a class=\"more-link\" href=\"https:\/\/theeducationjournal.com\/id\/2026\/06\/15\/peran-ayah-dan-pengalaman-hidup-awal-terhadap-kadar-oksitosin-pada-anak\/\">Lanjutkan membaca <span class=\"screen-reader-text\">Peran Ayah dan Pengalaman Hidup Awal terhadap Kadar Oksitosin pada Anak<\/span><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,6],"tags":[],"class_list":["post-35","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-kesehatan","category-manusia","entry"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/theeducationjournal.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/theeducationjournal.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/theeducationjournal.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/theeducationjournal.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/theeducationjournal.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=35"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/theeducationjournal.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":36,"href":"https:\/\/theeducationjournal.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/35\/revisions\/36"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/theeducationjournal.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=35"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/theeducationjournal.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=35"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/theeducationjournal.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=35"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}